Bangunan Prostitusi Km 8 Desa Sarigadung Tanah Bumbu Dihancurkan

BATULICIN – Beberapa waktu lalu jajaran Satpol PP Kabupaten Tanahbumbu kembali mengamankan beberapa wanita pekerja seks komersial (PSK) di KM 8 Desa Sarigadung, Kecamatan Simpangempat, Kabupaten Tanahbumbu.

Setelah disidangkan di Pengadilan Negeri Batulicin, mereka langsung dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing.

Sementara bangunannya, sesuai perjanjian harus dibongkar karena sudah melanggar aturan dan terbukti dipersidangan.

Alhasil, setelah satu minggu dipulangkan, jajaran Satpol PP Kabupaten Tanahbumbu akhirnya melakukan pembongkaran bangunan hingga rata dengan tanah.

Bangunan tersebut dirobohkan petugas bersama Dinas Sosial dan pihak terkait.

Dihancurkannya bangunan dijadikan tempat prostitusi tersebut telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Tanah Bumbu (Tanbu) Nomor 21 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Prostitusi.

Pembongkaran dilaksanakan pada Senin (26/3/2018) kemarin. Pembongkaran dipimpin Kabid Penegakan Perundang-undangan Dinas Satpol PP dan Damkar, M Jaelani, bersama Dinas Sosial Tanbu, Dansubpom Polisi Milter, Muspika dan Sekdes Sarigadung.

Menurut Kabid Perundang-undangan Satpol PP Tanbu M Jaelani, Selasa (27/3/2018), mengatakan pembongkaran dilakukan setelah ditemukannya prostitusi tangkap tangan di lokasi.

Setelah itu disidangkan dan terbukti bersalah sehingga jajarannya melakukan tindakan tegas.

Pada pembongkaran itu, sejumlah bungkus kondom dan obat kuat yang berserakan juga dijumpai dilokasi tersebut.

“Pembongkaran ini merupakan tindaklanjut dari hasil Putusan Pengadilan Negeri Batulicin. Sementara pemiliknya yang berasal dari Pulai Jawa sudah dipulangkan. Mereka hanya menyewa tanah dan membangun tempat prostitusi dan akhirnya dihancurkan setelah terbukti dan ada putusan pengadilan,” katanya.

Dia mengatakan, bangunan tersebut dihancurkan hingga rata dengan tanah. Sehingga, tidak ada bangunan yang tersisa ditempat itu.

Dia juga mengakui, ada dugaan beberapa warung lainnya juga terindikasi menyediakan tempat prostitusi.

Hanya saja, jajarannya masih belum menemukan bukti, sementara bangunan yang dibongkar itu tertangkap tangan saat Satpol PP melakukan operasi penertiban.

“Bangunan yang lain belum ada bukti. Namun kedepannya kami tetap melakukan pemantauan dan apabila terbukti akan ditindak tegas,” pungkasnya.

Sumber : (BANJARMASINPOST.co.id/man hidayat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *